Back to Articles

Cara Menggunakan Parfum yang Baik dan Benar untuk Sehari-hari

Menggunakan parfum bukan hanya soal wangi, tetapi juga soal cara pemakaian yang tepat, ketahanan aroma, dan etika penggunaan di berbagai situasi. Pelajari cara menggunakan parfum yang baik dan benar agar wangi tahan lama tanpa berlebihan.

KAN Admin
Publish: 12 Des 2025
Event: 12 Des 2025
5 min read
Cara Menggunakan Parfum yang Baik dan Benar untuk Sehari-hari

Pendahuluan

Banyak orang menganggap parfum hanya sebagai sentuhan akhir sebelum beraktivitas, padahal cara kita menggunakannya sangat memengaruhi ketahanan dan karakter aromanya. Parfum yang disemprot terlalu banyak bisa terasa mengganggu, sementara yang dipakai terlalu sedikit mungkin tidak tercium sama sekali.

Artikel ini membahas cara menggunakan parfum yang baik dan benar: mulai dari memahami jenis parfum, memilih titik semprot yang tepat, hingga etika pemakaian di berbagai situasi seperti kantor, acara formal, maupun kegiatan santai.

1. Pahami Dulu Jenis-Jenis Parfum

Sebelum membahas cara pakai, penting memahami bahwa setiap jenis parfum punya konsentrasi aroma yang berbeda. Hal ini berpengaruh langsung pada ketahanan dan intensitas harumnya.

  • Eau de Cologne (EDC)
    Konsentrasi aroma paling ringan (sekitar 2–5%). Wangi terasa segar namun tidak terlalu lama, rata-rata bertahan 1–2 jam. Cocok untuk penggunaan santai atau re-apply beberapa kali sehari.
  • Eau de Toilette (EDT)
    Konsentrasi sedang (sekitar 5–15%). Ini tipe yang paling umum dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Ketahanan kurang lebih 3–5 jam, tergantung jenis kulit dan lingkungan.
  • Eau de Parfum (EDP)
    Konsentrasi lebih tinggi (sekitar 15–20%) dengan ketahanan 5–8 jam atau lebih. Aromanya cenderung lebih kaya dan terasa lebih “dalam”.
  • Parfum/Extrait
    Konsentrasi tertinggi. Biasanya dipakai sedikit saja di titik tertentu karena aromanya sangat kuat dan tahan lama.

Jika Anda memakai EDP, jumlah semprotan ideal biasanya lebih sedikit dibanding EDT atau EDC, karena intensitas wanginya sudah lebih tinggi.

2. Pilih Titik Semprot yang Tepat

Parfum bekerja lebih baik pada area tubuh yang hangat dan memiliki aliran darah cukup baik. Titik-titik ini membantu menyebarkan aroma secara perlahan sepanjang hari.

Titik semprot yang direkomendasikan:

  • Belakang telinga atau sisi leher
  • Bagian dalam pergelangan tangan
  • Lipatan siku bagian dalam
  • Belakang leher (nape)
  • Dada bagian atas

Anda tidak perlu memakai di semua titik sekaligus. Untuk aktivitas sehari-hari, kombinasi 2–4 titik sudah cukup, tergantung kekuatan parfum dan lingkungan yang akan Anda datangi.

3. Jarak dan Cara Menyemprot yang Benar

Kesalahan umum adalah menyemprot parfum terlalu dekat sehingga cairan berkumpul dan tidak menyebar merata. Cara yang lebih tepat:

  1. Tahan botol parfum dengan jarak sekitar 10–20 cm dari kulit.
  2. Semprotkan 1–2 kali ke setiap titik yang dipilih.
  3. Biarkan parfum mengering dengan sendirinya, jangan digosok.

Menggosok pergelangan tangan setelah menyemprot bisa merusak struktur molekul aroma, sehingga perpindahan dari top notes ke base notes menjadi kurang halus.

4. Parfum dan Kulit: Persiapkan “Canvas” yang Bersih

Parfum akan bekerja lebih baik pada kulit yang bersih dan lembap. Beberapa tips sederhana:

  • Gunakan parfum setelah mandi, ketika kulit bersih dan pori-pori masih sedikit terbuka. Ini membantu aroma menempel lebih baik.
  • Gunakan body lotion tanpa wangi kuat (unscented atau netral) sebelum memakai parfum. Kulit yang lembap membantu parfum bertahan lebih lama.
  • Hindari mencampur terlalu banyak produk beraroma kuat (sabun, lotion, hair mist, dan parfum) yang saling bertabrakan.

5. Berapa Banyak Semprotan yang Ideal?

Tidak ada angka pasti untuk semua orang, tetapi sebagai panduan umum:

  • Lingkungan kantor / formal: 2–4 semprotan ringan di titik nadi (misalnya leher dan pergelangan tangan).
  • Kegiatan santai di luar ruangan: 3–6 semprotan, tergantung kekuatan parfum dan seberapa cepat wangi “terbawa angin”.
  • Acara malam / outdoor: bisa sedikit lebih banyak, tetapi tetap perhatikan jarak dengan orang lain.

Prinsipnya, lebih baik orang di sekitar Anda mencium aroma ketika mereka berada dekat, daripada mencium parfum Anda dari jarak beberapa meter.

6. Etika Menggunakan Parfum di Berbagai Situasi

Selain masalah teknis, ada juga aspek etika yang perlu diperhatikan:

  • Di kantor atau ruang tertutup: gunakan parfum yang lembut dan tidak menusuk. Hindari penggunaan berlebihan karena bisa mengganggu rekan kerja, terutama yang sensitif terhadap aroma tertentu.
  • Di transportasi umum: usahakan aroma tidak terlalu kuat. Ruang sempit membuat wangi terasa lebih intens.
  • Acara resmi atau pertemuan bisnis: pilih parfum dengan karakter bersih, profesional, dan tidak terlalu manis atau terlalu gourmand.
  • Acara malam / sosial: Anda boleh bermain dengan parfum yang lebih “statement”, selama tetap memperhatikan kenyamanan orang di sekitar.

7. Layering Parfum: Boleh, tetapi Harus Bijak

Layering atau mengombinasikan beberapa wangi sekaligus bisa menghasilkan aroma yang unik dan lebih personal. Namun, perlu sedikit latihan:

  • Mulailah dengan mengombinasikan parfum utama dengan lotion atau body mist yang aromanya senada.
  • Hindari mencampur terlalu banyak parfum dengan karakter yang sangat berbeda (misalnya gourmand berat dengan citrus super segar) kecuali Anda sudah tahu hasil akhirnya.
  • Cobalah dulu di rumah dan lihat bagaimana aromanya berubah setelah 1–2 jam sebelum dipakai ke acara penting.

8. Cara Menyimpan Parfum agar Tidak Cepat Rusak

Parfum yang disimpan dengan benar akan lebih awet kualitas aromanya:

  • Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung.
  • Hindari menyimpan di kamar mandi yang lembap dan sering berubah suhu.
  • Tutup botol dengan rapat setelah digunakan.
  • Jika parfum sudah berubah warna secara ekstrem atau aromanya terasa asam/aneh, kemungkinan besar sudah mengalami oksidasi.

9. Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

  • Menyemprot parfum ke pakaian dengan bahan sensitif yang mudah bernoda.
  • Menggosok pergelangan tangan setelah menyemprot.
  • Menyemprot terlalu banyak dalam jarak dekat sehingga wangi “menampar” orang sekitar.
  • Terus-menerus menambah semprotan setiap kali merasa tidak mencium parfum sendiri. Ingat, hidung kita bisa “terbiasa” dengan aroma yang dipakai.

Penutup

Menggunakan parfum yang baik dan benar bukan hanya soal memilih merek atau tipe wangi, tetapi juga soal teknik pemakaian, jumlah yang tepat, dan etika di lingkungan sekitar. Dengan memahami dasar-dasar di atas, Anda dapat memaksimalkan karakter parfum sekaligus tetap menjaga kenyamanan orang di sekitar.

Jika Anda ingin mengeksplor lebih jauh, Anda bisa mulai bereksperimen dengan berbagai jenis konsentrasi (EDT, EDP, dan sebagainya), mencoba layering sederhana, serta mengamati bagaimana parfum yang sama bisa terasa berbeda di kulit setiap orang.